Nyalakan lampunya, jangan pergi dari sini dengan meninggalkanku telanjang dalam gelap..
Disini adalah tempat dimana aku membuka mata kembali saat pertama kali aku melihat cahaya lampu menyilaukan
Lagi
Terasa seperti aku dilahirkan kembali
Tepat setelah pembedahan kedua
Saat membuka mata dari tidur panjang dan melihat cahaya terang itu
Membuka mata dan mengeram kesakitan
Membuka mata dan sadar bahwa ada yang menungguku
Membuka mata dan tersenyum lebar dibibirku
Membuka mata dan tidak percaya apa yang telah aku dapat sebelum menutup mata
Membuka mata dan beranjak mendapati cahaya menyilaukan itu
Membuka mata dan mendapati mataku tengah berbinar
Benar2 terharu mengingat apa yang telah aku dapati
Terharu dan bertanya apa semua ini benar
Mengedipkan mata dan mendapati mataku mulai melihat dengan jelas
Semakin jelas...
Mengedipkan mata dan bertanya hari apa ini
Tidak ada yang menjawab
Tentu, aku tidak bertanya pada siapa2
Tentu tidak ada yang menjawab, aku hanya berbisik saja
Kering dan mati rasa..
Bibirku pecah2 dan mati rasa
Segera bergegas mendapatkan kata2nya
Dia benar2 menungguku seperti apa yang dia ucapkan sebelumnya
Dia benar2 menungguku dan aku kembali
Dia benar2 menungguku dan menangis tepat ditelingaku
Dan dia membuatku merasa baik2 saja
Dia membuatku merasa baik2 saja dan lebih sehat dari siapapun
Siapa aku berani mengakui bahwa tangisan itu adalah untukku
Sekali lagi, aku memejamkan mata..
Mengingat-ingat..
Dan kembali mambuka mata dan tersenyum untuknya
Dan berharap dia melihatnya
Membuka mata dan ingin berkata-kata..
Tuhan, engkau boleh matikan aku sekali saja,
Tapi jangan pernah tidurkan aku dari kebahagiaan ini
By : gembel :)
Nyalakan Lampunya... (setelah operasi ke-2)
Minggu, 30 Oktober 2011
Diposting oleh
Ratih Wulandari
di
06.28
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar